
Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Fauzan Azima Sinaga, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah kelas A stambuk 2024, mendapat kepercayaan untuk menjadi imam salat tarawih di sejumlah masjid di Malaysia melalui program keagamaan berskala internasional.
Fauzan ditugaskan sebagai imam tarawih selama Ramadhan di berbagai masjid di kawasan Pondok Pengajian Kampung Repoh Surau Darul Amal, Kedah, Malaysia. Penugasan ini merupakan bagian dari Program Ikatan Imam Malaysia (IMAMA), di mana ia akan menjalankan amanah sebagai imam tarawih selama satu bulan penuh sekaligus terlibat aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial bersama masyarakat setempat.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSU, Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih mahasiswa tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Fauzan menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia yang dibina di UINSU mendapat pengakuan di tingkat internasional, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam penguasaan ilmu keislaman dan praktik dakwah di tengah masyarakat.

Fauzan dikenal memiliki kualitas bacaan Al-Qur’an yang baik serta suara yang merdu saat melantunkan ayat suci. Ia terpilih melalui proses seleksi yang mempertimbangkan kemampuan hafalan Al-Qur’an, penguasaan ilmu fikih, kualitas bacaan, serta pemahaman terhadap ajaran Islam. Selama berada di Malaysia, ia tidak hanya memimpin salat tarawih, tetapi juga akan menyampaikan ceramah serta mendampingi jamaah dalam berbagai kegiatan keagamaan sepanjang bulan Ramadan.
Keterlibatan dalam program ini sekaligus menjadi cerminan komitmen UINSU dalam mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial. Fauzan sendiri mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang dipercayakan kepadanya. Ia menilai tugas tersebut sebagai bagian dari diplomasi spiritual, di mana kesempatan menjadi imam tarawih di luar negeri membuka ruang dakwah sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya merasa terhormat dapat terpilih melalui proses seleksi yang cukup ketat, serta memiliki kesempatan membawa nama UINSU, Sumatera Utara, dan Indonesia di tingkat internasional. Fauzan berharap kehadirannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Malaysia selama pelaksanaan ibadah Ramadan.
Melalui partisipasi dalam program Imam Tarawih Malaysia bersama IMAMA, UINSU semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang berperan aktif di kawasan ASEAN. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan keagamaan internasional ini menjadi bukti bahwa semangat dakwah dan keilmuan dapat berjalan seiring dalam memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat global. Selain sebagai pengalaman spiritual, kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran budaya serta nilai-nilai keislaman antara mahasiswa dan masyarakat Malaysia. Interaksi dengan jamaah setempat memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam memahami praktik ibadah Ramadan di negara lain serta memperkaya wawasan dalam menyampaikan dakwah dengan penuh hikmah.
Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, Dr. Soiman, M.A., turut menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh civitas akademika Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi memberikan dukungan dan doa untuk keberhasilan Fauzan dalam menjalankan amanah ini. Dr. Soiman berharap Fauzan dapat menjalankan tugasnya dengan baik serta kembali dengan membawa pengalaman berharga yang dapat dibagikan kepada mahasiswa lainnya di lingkungan kampus.


