
ACEH TAMIANG – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara Medan melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional berupa program trauma healing bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan IAIN Langsa dan Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA). Tim FDK UINSU dipimpin Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Anang Anas Azhar, MA, didampingi Ketua Prodi PMI, para sekretaris prodi, serta jajaran dosen FDK. Di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, tim disambut masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana. Program difokuskan pada dukungan psikososial, edukasi ketahanan bencana, serta pendampingan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia guna meminimalisir trauma berkepanjangan.
Prof. Anang menegaskan bahwa kehadiran tim merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek pengabdian yang menyentuh isu kemanusiaan lintas wilayah. “Kolaborasi dengan mitra dari Malaysia dan IAIN Langsa menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas. Kami hadir untuk menguatkan mental masyarakat agar kembali bersemangat menjalani aktivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Manajemen Dakwah FDK UINSU, Dr. Soiman, MA, menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan profil lulusan Manajemen Dakwah sebagai penggerak dan pemberdaya masyarakat, terutama dalam situasi darurat bencana. “Pemulihan trauma adalah bagian dari kerja sosial yang menjadi ruh Prodi Manajemen Dakwah. Kami tidak berhenti pada teori di kelas, tetapi menghadirkan praktik nyata pengembangan masyarakat di lapangan. Kami ingin warga memiliki resiliensi psikis dan sosial untuk menata kembali kehidupannya,” ungkapnya. Ia menambahkan, kolaborasi internasional seperti ini akan terus diperkuat agar dosen dan mahasiswa memiliki wawasan global dalam menangani problematika sosial di tingkat lokal.
Lebih jauh, kegiatan ini juga mengangkat peran dakwah di tengah masyarakat sebagai dakwah bil hal dakwah melalui aksi nyata, empati, dan pendampingan langsung. Pendekatan konseling, edukasi, dan kebersamaan yang dilakukan tim menjadi wujud dakwah yang menenangkan, menguatkan, dan membangun harapan baru bagi warga terdampak.
Kegiatan yang berlangsung di bawah tenda posko dan balai pertemuan desa berjalan khidmat dan interaktif. Selain sesi konseling kelompok, tim turut menyalurkan bantuan serta memberikan edukasi pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana di masa depan.
Melalui kegiatan ini, Prodi Manajemen Dakwah berharap kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan saat bencana terjadi, tetapi juga dalam upaya pemberdayaan berkelanjutan. Peran prodi diharapkan semakin nyata sebagai mitra masyarakat dalam membangun ketahanan sosial, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, dan menghadirkan dakwah yang solutif, adaptif, serta relevan dengan kebutuhan zaman.
