
Serdang Bedagai, 1 Juli 2026 – Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan turut mengambil bagian dalam aksi penanaman 2.000 pohon mangrove yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) FDK UINSU di Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (1/7/2026).
Keterlibatan mahasiswa Manajemen Dakwah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai dakwah yang tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Pelestarian lingkungan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan generasi muda secara aktif dan berkelanjutan.
Penanaman 2.000 pohon mangrove memiliki nilai strategis bagi kawasan pesisir. Ekosistem mangrove berperan dalam membantu mengurangi risiko abrasi, menjaga kualitas lingkungan pesisir, menyediakan habitat bagi berbagai biota, serta mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir. Salah satu mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut adalah Reh Ulina, yang juga merupakan pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSU. Keterlibatannya menjadi representasi peran mahasiswa Manajemen Dakwah dalam menjalankan fungsi sosial kemahasiswaan sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bagi mahasiswa Manajemen Dakwah, kegiatan penanaman mangrove tidak hanya menjadi aktivitas sosial, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung di lapangan. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dalam mengorganisasi kegiatan, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, bekerja dalam tim, mengelola partisipasi masyarakat, serta memahami kebutuhan dan persoalan sosial secara lebih konkret.
Pengalaman tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi yang dikembangkan dalam Program Studi Manajemen Dakwah. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep manajemen dan dakwah secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses pemberdayaan masyarakat. Kegiatan sosial dan lingkungan seperti ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar bagaimana merancang kegiatan, menggerakkan sumber daya, membangun kolaborasi, serta mengarahkan masyarakat pada perubahan yang memberikan manfaat jangka panjang.
Dalam perspektif dakwah, kepedulian terhadap lingkungan juga dapat menjadi bagian dari dakwah bil hal, yakni menyampaikan nilai-nilai kebaikan melalui tindakan nyata. Mahasiswa Manajemen Dakwah dapat mengambil peran sebagai penggerak masyarakat dengan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan moral yang perlu diwujudkan bersama. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Pematang Kuala. Penanaman mangrove dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan lingkungan pesisir sekaligus membuka kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, lingkungan pesisir yang terjaga dapat memberikan manfaat ekologis maupun sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Lebih jauh, mahasiswa Manajemen Dakwah memiliki peluang untuk berkontribusi tidak hanya pada kegiatan penanaman, tetapi juga pada proses pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa dapat membantu membangun kesadaran masyarakat mengenai pemeliharaan mangrove, mengembangkan kegiatan edukasi lingkungan, mendorong partisipasi generasi muda desa, serta menginisiasi berbagai program sosial yang memanfaatkan potensi kawasan pesisir secara berkelanjutan.
Dengan demikian, keterlibatan mahasiswa dalam aksi penanaman mangrove menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan aspek akademik, sosial, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa Manajemen Dakwah diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut ke dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSU. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FDK UINSU, Prof. Dr. Anang Anas Azhar, M.A., hadir secara langsung dan memberikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa dalam aksi pelestarian lingkungan tersebut. Dukungan pimpinan fakultas menunjukkan bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Aktivitas kemahasiswaan yang bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus kepekaan sosial.
Bagi Program Studi Manajemen Dakwah, keterlibatan mahasiswa dalam aksi penanaman 2.000 mangrove ini menjadi gambaran bahwa mahasiswa dapat menjalankan peran strategis sebagai pelopor perubahan, penggerak masyarakat, dan agen pemberdayaan. Semangat tersebut sejalan dengan kebutuhan pengembangan keilmuan Manajemen Dakwah yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan organisasi dakwah, tetapi juga pada kemampuan mengelola berbagai potensi masyarakat untuk mewujudkan kehidupan sosial yang lebih baik, mandiri, dan berkelanjutan.
