Prodi Manajemen Dakwah UINSU dan PD IPA Kota Medan Gelar Seminar Edukatif Pelecehan Seksual bagi Pelajar

Medan, 10 Juni 2026 – Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PD IPA) Kota Medan menyelenggarakan Seminar Edukatif Pelecehan Seksual bertema “Katakan Tidak: Kenali, Batasi, dan Berani Bersuara” pada Rabu (10/6/2026) di Aula Yayasan Amal dan Sosial Al-Jam’iyatul Washliyah, Jalan Ismailiyah No. 82 Medan. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Manajemen Dakwah sekaligus luaran Mata Kuliah Manajemen Event Organizer mahasiswa kelas MD-A Angkatan 2023. Pelaksanaan kegiatan diprakarsai dan dipanitiai oleh mahasiswa Manajemen Dakwah kelas MD-A 2023 bersama pengurus PD IPA Kota Medan sebagai upaya edukasi dan pencegahan pelecehan seksual di kalangan pelajar.

Seminar dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kepelajaran. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Medan, Bapak Rico Tri Putra Bayu Waas, Plt. Dinas Pendidikan Kota Medan, Camat Medan Area, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Medan, perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, serta keluarga besar Al Washliyah. Turut hadir Ketua Pimpinan Perguruan Al Jam’iyatul Washliyah Ismailiyah No. 82 Medan, Drs. H. Muhammad Saleh, Kepala MAS Al Washliyah Al Qismul’aly Muallim Muslim Rasyid, S.H.I., Kepala MTs Al Washliyah Muallim Drs. H. Ahmad Azizi, S.Ag., S.Pd.I., Kepala SMPS Al Washliyah 1 Bapak Syahrial Syam, S.Ag., Kepala SD Al Washliyah 01 Bapak M. Rolit Nasution, serta Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Medan, Abdul Latif Hasibuan beserta jajaran.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Arya Wira Sukma, yang menyampaikan bahwa seminar ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap meningkatnya kebutuhan edukasi mengenai perlindungan diri dan pencegahan pelecehan seksual di kalangan remaja. Menurutnya, pelajar perlu dibekali pemahaman yang tepat agar mampu mengenali bentuk-bentuk pelecehan seksual serta memiliki keberanian untuk melindungi diri dan melapor apabila menjadi korban maupun saksi.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSU sekaligus dosen pengampu Mata Kuliah Event Organizer, Nur Fatiha Utami Nasution, M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Medan dan seluruh instansi terkait yang telah hadir serta memberikan perhatian terhadap isu perlindungan generasi muda.

“Ucapan terima kasih dan penghormatan yang istimewa kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota Medan yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu bersama para pelajar pada hari ini. Kehadiran Bapak dan dinas terkait merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan generasi muda Kota Medan,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa tema seminar tersebut sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini. “Tidak sedikit kasus pelecehan yang terjadi justru karena kurangnya pengetahuan, kurangnya keberanian untuk menolak, dan kurangnya keberanian untuk melapor. Karena itu tema kita hari ini sangat relevan: Katakan Tidak: Kenali, Batasi, dan Berani Bersuara. Kenali bentuk-bentuk pelecehan, batasi siapa yang boleh dan tidak boleh melanggar ruang pribadi kita, dan berani bersuara ketika terjadi sesuatu yang tidak semestinya,” tambahnya. Lebih lanjut, Nur Fatiha menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa Manajemen Dakwah agar mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ketua PD IPA Kota Medan juga memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PD IPA) Kota Medan, Abdul Latif Hasibuan, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Seminar Edukatif Pelecehan Seksual tersebut. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan, Plt. Dinas Pendidikan Kota Medan, Camat Medan Area, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Medan, perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, pimpinan Perguruan Al Washliyah, para kepala sekolah, guru, serta seluruh tamu undangan yang telah menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung perlindungan dan pembinaan generasi muda. Menurutnya, kehadiran langsung Wali Kota Medan bersama unsur pemerintah daerah menjadi bukti nyata bahwa isu perlindungan anak dan remaja merupakan perhatian serius yang harus ditangani secara kolaboratif oleh seluruh elemen masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil inisiatif Bidang IV Keputrian PD IPA Kota Medan yang dikoordinasikan oleh Fadhilah Amalia, sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kebutuhan edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual di kalangan remaja. Ia berharap seminar ini dapat membekali para pelajar dengan pemahaman untuk mengenali berbagai bentuk pelecehan, memahami batasan dalam pergaulan, serta memiliki keberanian untuk berbicara dan melapor ketika menghadapi tindakan yang tidak semestinya. Selain itu, ia berharap sinergi antara organisasi pelajar, perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat melalui program-program edukatif yang mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap perlindungan diri serta lingkungan sekitarnya.

Puncak kegiatan diisi dengan seminar yang menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang saling berkaitan sesuai tema besar seminar. Pada sesi pertama, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membawakan materi bertajuk “Kenali”. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai bentuk pelecehan seksual yang kerap terjadi di lingkungan sosial maupun digital. Beliau juga memaparkan data serta contoh kasus pelecehan seksual yang pernah terjadi di Kota Medan sebagai bentuk edukasi agar para pelajar lebih waspada terhadap berbagai modus yang berkembang saat ini. Selain itu, beliau menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Medan dalam menangani kasus pelecehan seksual, mulai dari pendampingan psikologis bagi korban, pendampingan medis melalui rumah sakit, pendampingan hukum bersama aparat penegak hukum, hingga perlindungan dan kerahasiaan data korban. Wali Kota Medan juga mengajak seluruh peserta untuk tidak takut melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya kasus pelecehan seksual. Untuk layanan pengaduan, masyarakat dapat menghubungi nomor 0812-6514-5140.

Materi kedua bertajuk “Batasi” disampaikan oleh Wasni Hutagaol, S.Tr., M.Keb. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami batasan ruang pribadi (personal boundaries) sebagai bentuk perlindungan diri. Para peserta diberikan pemahaman mengenai bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa izin, pentingnya menjaga privasi, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi yang mengarah pada pelecehan seksual. Wasni juga menekankan bahwa penanggulangan pelecehan seksual dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti berani mengatakan tidak, menjauhi situasi yang berisiko, meminta pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya, hingga melaporkan kasus kepada pihak sekolah maupun Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Medan.

Sementara itu, sesi ketiga bertajuk “Berani Bersuara” disampaikan oleh Fadhilah Amalia, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah UINSU sekaligus Wakil Ketua Bidang Keputrian PD IPA Kota Medan. Dalam materinya, Fadhilah menekankan bahwa diam bukanlah solusi ketika seseorang mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan seksual. Menurutnya, banyak korban yang memilih bungkam karena rasa takut, malu, atau khawatir tidak dipercaya oleh lingkungan sekitar. Padahal keberanian untuk berbicara merupakan langkah awal untuk menghentikan kekerasan dan mencegah munculnya korban-korban berikutnya. Ia mengajak para pelajar untuk membangun keberanian dalam menyampaikan kebenaran, melaporkan tindakan yang tidak pantas kepada orang tua, guru, atau pihak berwenang, serta saling mendukung sesama teman agar tidak merasa sendirian ketika menghadapi permasalahan. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, peduli, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.

Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, Dr. Soiman, M.A., yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, berharap seminar edukatif semacam ini dapat menjadi program berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak sekolah dan pelajar di Kota Medan. Beliau juga berharap mahasiswa Manajemen Dakwah semakin terlatih dalam mengimplementasikan ilmu manajemen, dakwah, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami bahaya pelecehan seksual, tetapi juga memiliki keberanian untuk melindungi diri, menghormati orang lain, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat bagi seluruh generasi muda.